Pengeroyokan Abdul Muis Toko Sepatu Dibandung Diserbu Pengunjung

Brother ada kisah menarik di bandung dari seorang tokoh Syarekat Islam Bernama Abdoel Moeis Kejadian Ini terjadi pada tahun 1919, Abdoel Moeis Seorang yang di beri kesempatan untuk sekolah tinggi , Kedekatan dengan orang belanda dan peranakan membuat abdul moeis berpenampilan berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

Abdul Muis Kerja di perusahaan swasta 2 minggu sekali melakukan aktivitas olah raga tenis berkemeja pendek putih celana panjang putih , sepatu putih ,Topi Vilt Putih dan bersepeda buatan inggris.

Kebiasaan Abdul muis menggunakan pakaian seperti orang eropa membuat seorang pembesar Pribumi dengki dan marah

Dibandung pakaian tersebut menjadi tabu dan aneh meskipun tidak ada larangan yang pasti ,Saking marahnya pembesar bandung tidak bisa menahan amarah kepada abdul muis dan menyuruh bawahanya untuk memberi pelajaran kepada abdul muis yang di anggap kurang ajar

Pada suatu sore hari sepulang dari lapangan tenis Abdul Muis Di hadang beberapa orang di tengah jalan

Terjadi percakapan dalam bahasa sunda :

Siapa yang kasih ijin kamu pakai sepatu ?

Tidak pernah ada larangan jawab abdul muis.

Sedangkan patulih dalem bupati bandung dan juragan patih bandung tidak bersepatu?

Suka mereka sendiri , Kalau suka apa salanya bersepatu

Para pembesar itu naik pitam, dan mulai mengancam dan hendak menganiaya dan mendesak :

,Coba sekali lagi salahkan dalem dan juragan patih?

Tanpa rasa takut abdul muis menjawab

Jadi jika mereka tidak bersepatu , Akulah yang salah ?

Tutup Mulut jawaban dari Pembesar bandung

Penganiayaan di mulai, singkat cerita pakaian abdul muis compang camping , sepeda tergeletak penyok penyok di pinggir jalan , sepatunya hilang entah kemana , sambil merangkak abdulmuis masuk ke kantor polisi untuk mrangkat tapi tidak di gubris dan tidak di ambil tindakan apapun, abdul muis keliar merangkak ke jalan di bantu oleh orang yang lalu lalang untuk di bawa ke rumah sakit.

Kejadian tentang abdul muis ini di tulis seorang bernama marko ,tulisanya membuat pihak kepolisian tersinggung yang di pimpin ajun komisaris lambert.

Marko di ancam oleh pihak kepolisian karena tulisanya , tetapi marko tidak bergeming dan beradu argumen dengan pihak kepolisianya sampai pihak kepolisian mengajak berkelahi marko ,tapi marko di antar banyak orang dan polisi mengurungkan ancamanya.

Kejadaian abdul muis ini di tulis 2 kali ,sehingga tersebar informasinya yang membuat kejadia ini menjadi titik balik aeal mula Pribumi boleh menggunakan sepatu asal kebeli.

Dengan berita itu Pribumi Hindia Mulai tahu : Bahwa sepatu Bukan Benda mulia, bukan lagi pertanda dewa atau pandita dalam cerita wayang atau benda keramat yang di sembah semah , sepatu hanyalah alas kaki untuk melindungi dari cacing ,kotoran ,batu dan benda tajam.

Momentum yang sangat menarik setelah kejadian itu banyak masyarakat berbondong bondong terutama anak anak mudanya memenuhi toko sepatu.

Setelah seminggu kejadian tidak ada lagi penganiayaan karena alasan memakai sepatu.

Komentar

Postingan Populer