Istilah Salafi dan Wahabi
Istilah "Salafi" berasal dari kata Arab "سَلَف" (salaf), yang berarti "pendahulu." Ini merujuk pada orang-orang yang ingin kembali pada ajaran Islam yang murni, seperti yang dilakukan oleh generasi awal Muslim, termasuk para sahabat Nabi.
Namun, beberapa kelompok yang menyebut diri mereka "Salafi" sering kali menganggap kelompok lain tidak sesuai dengan ajaran mereka, yang dapat menimbulkan perpecahan. Padahal, makna "Salafi" seharusnya lebih inklusif dan positif.
Sementara itu, istilah "Wahabi" merujuk pada gerakan yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab di abad ke-18. Gerakan ini fokus pada pemurnian ajaran Islam, tetapi juga cenderung menolak kritik terhadap pemerintah. Ajaran Wahabi sering dimanfaatkan oleh Kerajaan Arab Saudi untuk mendukung agenda politik dan sosial mereka. Setelah kudeta Hijaz yang dipimpin oleh Raja Saud, yang didukung secara finansial dan persenjataan oleh Inggris, kelompok ini terus dipertahankan untuk melanggengkan kekuasaan Bani Saud hingga hari ini.
Untuk menghindari doktrin yang sempit dan pemahaman yang keliru, penting bagi kita untuk memperbanyak literasi dan pengetahuan tentang Islam. Dengan meningkatkan pemahaman, kita dapat saling memahami dan merangkul, serta menjaga persatuan di antara umat Islam.
Komentar
Posting Komentar